Senin, 13 April 2020

Jumlah Pasien di Sumatera Barat Terus Bertambah

Hingga Kini, Sudah Tiga Pasien Positif Corona di Sumbar Meninggal
Sumber: Google.com

Jumlah Pasien positif Covid-19 atau Virus Corona di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah satu orang berdasarkan hasil uji laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), sehingga saat ini berjumlah 45 orang.

"Bertambah satu orang, dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Padang," kata Juru Bicara Covid-19 Sumbar, Jasman, di Padang, Senin (13/4/2020).

Dari 45 orang tersebut, 16 orang dalam perawatan intensif, 19 orang isolasi di rumah, tujuh orang telah sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Sementara itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5.347 orang. Dari jumlah itu, 4.347 orang telah selesai dipantau, tinggal 971 orang yang sedang dalam pemantauan.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 153 orang terbagi atas 27 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil uji laboratorium, 101 dinyatakan negatif dan 25 orang menjalani isolasi mandiri.

Hingga saat ini ada sejumlah rumah sakit yang merawat Pasien positif Covid-19, di antaranya RSUP M. Djamil Padang, RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, RS Semen Padang, RSUD Pariaman, RSUD M. Zein Painan, RS Bhayangkara, RSUD Kepulauan Mentawai. Selain itu ada pula Pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat dari petugas.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mendorong dua daerah di wilayahnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di DKI Jakarta untuk mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Dua daerah itu adalah Kota Padang dan Bukittinggi yang dinilai memenuhi persyaratan untuk penerapan metode tersebut.

Irwan menyebut, Pemprov Sumbar akan memfasilitasi pengusulan penerapan PSBB untuk dua kota itu.

Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BNI Terus Mudahkan Masyarakat Melalui Pelayanannya di Tengah Ancaman Virus Corona

Sumber Gambar: Google.com Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus mematikan  Corona atau Covid-19  yang kini memiliki risiko ting...